Penyakit Menular Seksual

Penyakit Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

Jangan mengira kalau berhubungan seksual hanya ada enak-enaknya saja. Ternyata terdapat risiko besar yang bisa membahayakan kesehatan kalau tidak memperhatikan hal-hal selama berhubungan badan. 

Sejak kasus HIV merebak, penyakit menular seksual kini menjadi penyakit yang sedang ditakuti di kalangan masyarakat. Penyakit ini bisa terjadi karena adanya infeksi yang ditularkan lewat hubungan seks.

Apalagi penyakit ini lebih besar resikonya bagi seseorang yang sering gonta-ganti pasangan, baik tertular lewat vagina, penis, anal, maupun oral. Jangan sepelekan ini kalau tidak ingin berimbas terkena HIV yang sulit disembuhkan.

Nah, berikut adalah beberapa penyakit menular seksual yang harus kamu waspadai selain HIV.

Penyakit Menular Seksual

1. Gonore

Gonore adalah salah satu penyakit seksual menular yang paling umum, disebabkan oleh infeksi bakteri neisseria gonorrhoeae. 

Gejala gonore dapat dideteksi apabila kamu mengalami nyeri perut bagian bawah, mengeluarkan cairan tidak normal melalui panas, serta terasa nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seks.

Walau begitu, tidak semua pria atau wanita merasakan gejala di atas. Terdapat beberapa gejala yang mencolok tiap gender, seperti:

  • Wanita. Keluar cairan kental warna kuning kehijauan dari vagina.
  • Laki-laki. Keluar nanah dari penis disertai rasa panas dan nyeri.

2. Sifilis

Sifilis atau raja singa adalah kondisi penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Jenis infeksi ini tidak hanya merusak sistem reproduksi saja tetapi juga semua organ tubuh. Maka dari itu penyakit sifilis juga disebut dengan raja singa.

Berbeda dengan gonore, sifilis memiliki beberapa level tingkat keparahan, dari ringan hingga paling parah.

Sifilis I

  • Sifilis mulai muncul setelah 2 – 4 minggu setelah berhubungan seks
  • Terdapat benjolan kecil yang nyeri di area intim
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Benjolan berubah lebih parah menjadi luka basah, namun luka tersebut akan mengering selama 3-10 minggu
  • Meski luka mengering, sifilis tetap ada dan memasuki stadium 2

Sifilis II

  • Terjadi setelah 6-8 minggu berhubungan seks, dan berlangsung 9 bulan
  • Selera makan berkurang drastis, nyeri sendi, dan demam
  • Muncul masalah kulit, seperti ruam merah dan benjolan
  • Pembesaran kelenjar getah bening

Sifilis III

  • Pada tahap ini, kondisi sifilis semakin parah. Biasanya terjadi setelah 3-10 tahun setelah infeksi
  • Muncul komplikasi lain, seperti kulit jadi rusak, nyeri tulang sendi, gangguan pembuluh darah, hingga peradangan jantung

Kondisi sifilis juga bisa terjadi pada ibu hamil. Umumnya, janin dalam kandungan tidak akan bertahan lama atau lahir dengan kondisi berkebutuhan khusus.

Waduh, jangan sampai kamu terkena penyakit-penyakit di atas. Untuk mencegah risiko tersebut, jangan berganti-ganti pasangan atau cukup dengan satu orang saja. Hindari juga seks pranikah yang lebih rentan terkena penyakit seksual.

Jika kamu memiliki pasangan yang halal, bangunlah hubungan seks yang sehat agar terjauhi dari hal-hal yang memicu penyakit kronis seperti di atas. 

Untuk menopang hubungan seks yang lebih sehat dan harmonis, konsumsilah Kopi Rube, minuman stamina pria untuk menyenangkan istri.

Sumber

Health Kompas

 

Share with us: