Anda Diabetes? Inilah 5 Tips Puasa Ramadhan Yang Aman!

puasa ramadhan

Bagi umat Islam, menjalankan puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan.

Dengan menjalankan puasa Ramadhan, banyak manfaat yang didapatkan bagi kesehatan kita.

Tetapi, terdapat beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa.

Contohnya adalah orang yang sakit. Penderita diabetes adalah salah satu orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Karena berpuasa akan menyebabkan gula darah penderita diabetes dan kadar insulin dalam tubuh tidak terkontrol.

Tetapi diperbolehkan jika penderita diabetes tetap ingin menjalankan puasa Ramadhan.

Dengan langkah-langkah tertentu, penderita diabetes dapat menjalankan puasa dengan aman.

Apa langkah-langkah yang harus dilakukan oleh penderita diabetes agar dapat menjalankan puasa dengan aman?

Dibawah ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk penderita diabetes dalam menjalani puasa Ramadhan :

  1. Konsultasi dengan dokter

Konsultasi dengan dokter penting dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Dokter harus mengetahui rencana anda untuk berpuasa karena akan mempengaruhi gula darah dan tekanan darah anda.

Dokter akan melakukan penyesuaian untuk puasa ketika anda sedang menjalankan pengobatan diabetes dengannya.

Penyesuaian ini harus disetujui dan diawasi oleh dokter serta tidak boleh dilakukan sendiri.

  1. Memeriksa kadar gula darah saat puasa Ramadhan

Hal yang paling berbahaya yang dapat terjadi saat menjalankan puasa Ramadhan adalah kadar gula darah yang terlalu tinggi dan terlalu rendah serta dehidrasi.

Penglihatan kabur, detak jantung tidak teratur, pusing, kebingungan, dan pingsan adalah gejala yang dapat dirasakan jika dehidrasi dan gula darah tidak terkontrol.

Oleh karena itu, ketika kita ingin menjalankan puasa sebaiknya kita selalu memeriksa gula darah dan memantau kondisi tubuh kita setiap saat.

  1. Menghindari makanan tinggi karbohidrat dan makanan manis saat berbuka puasa

Makanan tinggi karbohidrat dan makanan manis harus dihindari jika ingin menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan sehat dan lancar.

Untuk menghindari perubahan kadar gula darah yang tiba-tiba, dokter mungkin menyarankan untuk mengkonsumsi makanan rendah karbohidrat dan tinggi lemak saat sahur dan berbuka puasa.

Makanan tinggi lemak akan membuat kenyang lebih lama dan tidak membuat gula darah meningkat.

Ketika sedang menjalani pengobatan diabetes dengan dokter, pastikan untuk mendiskusikan tentang makanan yang boleh dikonsumsi.

Agar dapat disesuaikan dengan dosis obat yang diberikan dokter.

  1. Menghindari makan berlebihan

Saat sahur dan berbuka, penderita diabetes yang menjalankan ibadah puasa harus menghindari makan berlebihan.

Meski merasakan lapar, jangan makan berlebihan ketika sahur dan berbuka puasa.

Karena makan terlalu banyak dapat menyebabkan lonjakan gula darah dalam tubuh.

  1. Menjaga cairan tubuh dan mengontrol kadar gula darah

Saat menjalankan puasa Ramadhan, cairan tubuh harus dijaga agar puasa berjalan dengan aman.

Pastikan untuk minum cukup selama sahur dan berbuka setiap hari.

Jika saat puasa cuaca sedang panas, cobalah untuk tetap berada ditempat yang sejuk dan membatasi aktivitas fisik.

Untuk meminimalisir jumlah cairan yang berkurang dan hilang setiap hari.

Untuk memenuhi cairan tubuh dan mengontrol kadar gula darah, anda dapat mengkonsumsi Bio Insuleaf ketika sahur dan berbuka puasa.

Bio Insuleaf adalah herbal alami yang berkhasiat untuk menurunkan dan mengontrol kadar gula darah setiap hari.

Bio Insuleaf dapat dikonsumsi 2 X sehari selama puasa ketika sahur dan berbuka.

Setelah menyantap makanan sahur dan berbuka, anda dapat meminum Bio Insuleaf agar gula darah tetap stabil dan terkontrol.

Dengan disiplin mengkonsumsi Bio Insuleaf selama satu bulan penuh, puasa Ramadhan yang dijalankan akan berjalan dengan lancar dan gula darah tetap terkontrol.

puasa ramadhan

Share with us: